December, 2008

Mengintip cara SilverOrange menggunakan Open Source untuk menjalankan bisnisnya

Silverorange
Silverorange

SilverOrange merupakan perusahaan kecil di Kanada dengan client - client yang "besar". Perusahaan ini jarang dikenal pada khalayak umum karena kinerjanya yang berada dibalik layar. Slogan "We’re driven to create systems that elegantly combine simplicity and functionality" yang diusung silverorange ternyata mampu menyakinkan banyak perusahaan besar. Sebut saja Digg.com, Deca.tv dan Mozilla. Lalu, apakah yang membuat silverorange menjadi menarik untuk dilihat kali ini?

Daniel Burka
Daniel Burka

Mari melihat dari sisi pribadi silverorange terlebih dahulu. Daniel Burka merupakan salah satu founder dari silverorange. Sosok Daniel sangat terkenal di dunia website terutama desain UI (User Interface). Selain silverorange, Daniel burka juga seorang creative director Digg.com, satu dari tiga pendiri pownce.com ( sudah dibeli oleh Six Apart ) dan juga penasihat Six a Part. Tentu saja sama seperti Kevin Rose (founder digg.com) dan Matt Mullenweg (founder wordpress), Daniel Burka adalah sosok anak muda yang penuh semangat dan sukses.

Opini pengaruh resesi ekonomi dengan perusahaan produk Open Source

Resesi
Resesi

Akhir-akhir ini pengaruh resesi yang terjadi di Amerika Serikat mulai merambah dunia secara global. Mulai banyak perusahaan-perusahaan IT yang melakukan pemotongan karyawan / tenaga kerja demi mempertahankan kelangsungan roda ekonomi. Adakah contoh-contohnya? Mungkin bisa dilihat bagaimana Yahoo memotong karyawan-nya dan foundernya Jerry Yang keluar dari kursi penjabat utama. Terbaru datang dari Adobe yang mem-PHK 600 karyawan sekitar 8% dari total karyawan yang ada. Sebelumnya, PHK juga dilakukan oleh Trutap. Memang kalau dilihat dari keseluruhan, ini belum bisa menjadi patokan bahwa semua bisnis IT runtuh, karena Facebook juga masih membuka pintu lebar-lebar bagi pekerja baru. Semua ini masih dalam ranah IT, lalu bagaimana dengan perusahaan yang menjual produk open source?

Mari melihat salah satu perusahaan ternama, semisal saja redhat. Mengutip dari website New York Times, dikatakan bahwa Redhat tidak mengalami resesi yang dialami perusahaan-perusahaan besar lainnya. Sebuah tautan sederhana antara resesi dengan open source adalah pada kata "hemat". Kenapa hemat? bukannya free atau gratis seperti yang didengung-dengungkan open source selama ini?