Opini pengaruh resesi ekonomi dengan perusahaan produk Open Source

Resesi
Resesi

Akhir-akhir ini pengaruh resesi yang terjadi di Amerika Serikat mulai merambah dunia secara global. Mulai banyak perusahaan-perusahaan IT yang melakukan pemotongan karyawan / tenaga kerja demi mempertahankan kelangsungan roda ekonomi. Adakah contoh-contohnya? Mungkin bisa dilihat bagaimana Yahoo memotong karyawan-nya dan foundernya Jerry Yang keluar dari kursi penjabat utama. Terbaru datang dari Adobe yang mem-PHK 600 karyawan sekitar 8% dari total karyawan yang ada. Sebelumnya, PHK juga dilakukan oleh Trutap. Memang kalau dilihat dari keseluruhan, ini belum bisa menjadi patokan bahwa semua bisnis IT runtuh, karena Facebook juga masih membuka pintu lebar-lebar bagi pekerja baru. Semua ini masih dalam ranah IT, lalu bagaimana dengan perusahaan yang menjual produk open source?

Mari melihat salah satu perusahaan ternama, semisal saja redhat. Mengutip dari website New York Times, dikatakan bahwa Redhat tidak mengalami resesi yang dialami perusahaan-perusahaan besar lainnya. Sebuah tautan sederhana antara resesi dengan open source adalah pada kata "hemat". Kenapa hemat? bukannya free atau gratis seperti yang didengung-dengungkan open source selama ini?

Pada level corporate tentunya dibutuhkan layanan yang ekstra dan open source memiliki harga pada jasa yang diberikan. Hemat inilah yang berada didalam harga jasa yang dibayarkan perusahaan penggunanya. Lalu kaitan hemat dengan resesi?

Kekacauan roda ekonomi tentu membuat banyak perusahaan memotong anggaran disana-sini. Segala upaya dilakukan agar "uang" perusahaan mencukupi hingga resesi berakhir. Software tentu biasanya memiliki nilai yang tinggi, terlebih lagi yang komersial dan tidak "open-source". Tentu saja seperti seorang ibu rumah tangga yang mengatur keuangan, akan mengalihkan segala kebutuhan-kebutuhan sesuatu yang "mahal' menjadi yang "murah". Produk open source akan menjadi solusi yang terbaik dalam kondisi ketika software proprietary memberikan daftar harga yang mewah. Bila perusahaan-perusahaan berlomba-lomba berhemat dengan belanja produk open source, lalu siapa yang diuntungkan pada masa resesi ini?

Ini merupakan opini yang terlintas sesaat ketika melihat banyaknya perusahaan-perusahaan besar mulai melakukan pemotongan tenaga kerja. Hampir 76.000 pekerja yang di-PHK sejak agustus lalu versi Techcrunch memancing pertanyaan bagaimana perusahaan berbasis open source mengatasi masalah ini. Semoga resesi cepat berakhir dan roda ekonomi kembali berputar.