Mengutip dari vietnamnet.vn, pemerintah Vietnam mulai gencar melakukan migrasi menuju open source. Le Doan Hop, Menteri Telekomunikasi dan Informatika, meminta 100% server di divisi IT pemerintahan diharuskan menggunakan software open source mulai 30 Juni 2009. Ditargetkan 31 Desember 2009, 70% pemerintahan sudah menggunakan software open source dan sekitar 40% menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah ini merupakan jawaban atas Simposium Asia Open Source Software yang diadakan di Hanoi pada tahun 2004 lalu. Usaha keras Vietnam ini tentu akan dirasakan pada tahun depan, yaitu 2010. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang sudah memulai terlebih dahulu?
Pada tahun 2006 mulai semarak migrasi open source pada kalangan pemerintahan. Tidak hanya Ristek dan Depkominfo, beberapa Badan BHMN mulai beralih menggunakan open source. Gebrakan IGOS SUMMIT yang terselenggara dua kali menunjukkan perhatian pemerintah terhadap gerakan open source ini. Namun ada yang berbeda di tahun 2008-2009 ini. Migrasi memang ada namun terkesan lambat. Setelah ditelusuri, permasalahan terdapat pada staff yang terkesan enggan untuk menggunakan open source yang "baru" di dunia mereka.
Memang sangat sulit ketika usia dewasa dan tua untuk mempelajari hal yang baru. Sikap untuk mempertahankan pola lama tidak bisa dihindarkan. Mempelajari hal yang baru akan dinilai membuang waktu dan perhatian. Sementara masih banyak pekerjaan operasional yang harus diurusi. Begitulah keadaan yang terjadi di lapangan hingga sekarang. Masih belum ada solusi yang jitu untuk permasalahan ini.
Hal ini tentu bisa terjadi pada pemerintahan Vietnam. Namun, bila masalah seperti ini mampu dipecahkan oleh pemerintahan Vietnam, bukan tidak mungkin bahwa 2 tahun depan kondisi IT Indonesia akan berada di bawah Vietnam.
Pada sisi bisnis, tentu migrasi besar-besaran yang dilakukan Vietnam akan memerlukan anggaran yang cukup besar. Memang, software open source itu bebas namun biaya tetap ada. Semisal saja, pengadaan training tentu juga membutuhkan biaya. Pada kondisi seperti ini, Vietnam akan membutuhkan lebih banyak pakar dan trainer Linux untuk mensukseskan gerakan migrasinya. Bagi anda yang memiliki perusahaan IT open source, Vietnam bisa menjadi proyek baru di tahun 2009 ini.
Bisnis dan Marketing merupakan dua hal yang ada didalam dunia usaha.
Open source sebagai produk baru yang memberikan berbagai manfaat tentu
akan membantu bisnis dan marketing menjadi lebih maju dan berkembang.
Comments
Wah bisa banget kesusul, kalo kondisi Indonesia masih seperti ini saja
Betul sekali. Semoga saja pemerintah Indonesia menjadi lebih sigap besok
Hehehee.. lagi-lagi.. Indo Indo.. liatlah komentar rakyatmu..