Drupal, Open source CMS dengan model bisnis yang strategis

Drupal
Drupal

Drupal merupakan Content Management System yang bersifat Open Source. Drupal memiliki serangkaian prestasi menarik. Terpilih sebagai overall winner dalam Open Source CMS Award 2007 Packt Pub dan CNET Webware 100 award memberikan gambaran kesuksesan Drupal di dunia website. Mulai dari Mei 2007 hingga April 2008, Drupal telah diunduh lebih dari 1,4 juta kali. Jumlah pengunduhan bertambah 125% setiap tahunnya. Banyak situs-situs besar yang menggunakan Drupal seperti MTV UK, Vocalo.org, SpiritLibrary.com,Drigg dan lainnya.

Dryies Buytaert (Founder Drupal) menjadikan Drupal sebagai proyek open source pada tahun 2001. Menggunakan lisensi open source membuat banyak developer dengan bebas mengunduh serta mengubah struktur Drupal dengan bebas. Kemampuan Drupal yang modular membuat banyak pihak dapat berkontribusi dengan bebas. Seiring waktu, Drupal semakin berkembang pesat. Dries Buytaert yang memahami kolaborasi bisnis dan open source, mulai menggali potensi didalam Drupal.

Digital Lifestyle Indonesia menuju era Open Source

Digital Lifestyle
Digital Lifestyle

Pada tanggal 7 agustus 2008 berlangsung konferensi "Digital Life Style" yang dibuka oleh Muhammad Nuh, Menteri DepKomInfo. Konferensi ini mengusung tema "Kebangkitan nasional melalui kreativitas digital" dan salah satu kegiatan INAICTA 2008. Konferensi ini diisi oleh keynote speaker Mr. Rinaldi Firmansyah (CEO Telkom Indonesia) dan Mr. Guntur S. Siboro (Marketing Director PT. Indosat). Keadaan dan kondisi masyarakat Indonesia yang semakin berkembang membentuk budaya digital yang unik. Ini menjadi gambaran umum materi yang diperbincangkan. Namun, tidak disangka ternyata dua keynote speaker memiliki suatu kesamaan dalam penyampaian materi. Era Digital Lifesytle ternyata sangat terkait dengan budaya Open Source yang semakin subur di Indonesia. Bagaimana kaitan antara digital lifesytle dengan open source? Bagiamana dua hal ini dapat membentuk kerjasama? Semua akan diulas lebih dalam.

Wordpress, kesuksesan mahakarya Open Source yang tidak disadari

Wordpress.com
Wordpress.com

Wordpress, mendengar kata ini pertama kali tentu langsung teringat akan blog. Ketika dunia web 2.0 mulai populer, wordpress muncul dengan aneka inovasi. Beranjak dari versi awal, Wordpress terus membenahi diri agar mampu memberikan fasilitas yang nyaman bagi para penggunanya. Hingga saat ini, hampir semua blogger mengerti apa itu wordpress, walaupun tidak menggunakan layanannya sekalipun. Popularitas WP semakin meningkat tiap tahunnya. Penghargaan sebagai first winner of the 2007 Best Open Source Social Networking CMS Award menjadi salah satu bukti kesuksesan dan popularitas WP. Ada hal yang terpenting namun sering terlupakan akibat gemilang prestasi WP, yaitu Open Source. Banyak orang yang memakai wordpress bahkan dimanfaatkan untuk menghasilkan profit. Tetapi, banyak yang tidak menyadari WP merupakan salah satu mahakarya model bisnis Open Source. Mari mengenali WP lebih dalam lagi.

Matt Mullenweg
Matt Mullenweg

Dimulai dari tahun 2003, Matt Mullenweg (23 tahun) yang hampir tidak memiliki training teknis secara formal mulai menulis kode WP. Sejak remaja, Matt memiliki passion / hasrat untuk membuat salah satu tool blog yang populer diseluruh dunia. Matt yang memiliki semangat demokrasi berusaha menuangkan keinginannya dalam pembuatan WP. Melalui semangat demokrasi ini memberikan inspirasi baru. Matt membuat WP adalah "open source" dimana software dan kodenya bebas dan terbuka terhadap publik. Tidak ada hak kepemilikan intelektual yang membatasi publik untuk memiliki WP. User dapat mengunduh WP dan mengubah kodenya sesuai dengan keinginan. Lalu apakah yang terjadi? Open Source membuat WP menjadi produk yang raksasa dan powerfull. Bahkan, Open Source mengantarkan Matt masuk ke dalam "50 Most Important People on the Web".

Mengenali salah satu bentuk model bisnis open source : Hybrid!

Hybrid Business Model
Hybrid Business Model

Hybrid merupakan model bisnis open source yang banyak diterapkan banyak perusahaan raksasa. Terhitung MySQL, Adobe dan perusahaan lainnya telah mengaplikasikan model bisnis hybrid. Kesuksesan tentu yang didapatkan dari model bisnis ini. Salah satu ciri khas dari model hybrid adalah satu produk dengan "dua aturan" dalam penggunaannya. Namun. banyak kalangan yang meragukan model bisnis seperti ini. Adanya kekhawatiran karena adanya "dua aturan" membuat kinerja menjadi tidak fokus. Lalu apa model bisnis hybrid itu sebenarnya?

"Hybrid business models" menjadi kata yang populer namun banyak juga yang tidak tahu apa itu sebenarnya. Model bisnis hybrid lebih menitikberatkan pada lisensi. Sementara ini terdapat 3 jenis lisensi yaitu open source, bukan open source dan proprietary. Open source memiliki lisensi bebas untuk dimiliki dan source code-nya dapat diketahui oleh publik. Bukan open source yang dimaksudkan adalah model bisnis yang menjual produk dengan harga yang sangat rendah dengan tujuan market share semakin besar. Lisensi yang digunakan berbayar namun bisa jadi source code diberikan kepada publik. Proprietary memiliki lisensi yang ketat dimana source code tidak diketahui oleh publik.

LiveJournal, sukses menulis jurnal dengan open source!

LiveJournal
LiveJournal

LiveJournal.com merupakan situs yang memberikan pelayanan gratis untuk kebutuhan jurnal dan blog. Dalam pelayanannya diberikan fitur seperti privacy controls, photo storage, publishing tools, style templates dan lainnya. Karena pelayanan yang menarik maka LiveJournal diminati sekitar 3,935,767 pengunjung di tahun 2008 (Sumber:compete.com). Dibalik kesuksesannya, ternyata LiveJournal memiliki resep sukses yang sama seperti kisah digg.com dengan open source. Lalu bagaimanakah LiveJournal mengaplikasikan open source?

Secara teknis, untuk mengatasi request yang banyak tentunya sistem LiveJournal haruslah handal dan kuat. Brad Fitzpatrick (Creator) pada presentasinya mengatakan bahwa semua infrastruktur pada LiveJournal menggunakan produk open source. Terdapat beberapa project open source didalam Live Journal seperti Memcached, Perlbal, MogileFS, djabberd dan PicPix. Untuk database maka digunakan database open source yaitu MySQL. Semua infrastruktur LiveJournal seperti server, networking beserta database menggunakan open source sepenuhnya. Satu hal yang sulit ditemukan pada situs yang lain, LiveJournal membagikan resep dalam membuat infrastrukturnya yaitu di http://www.livejournal.com/doc/server. Ini benar-benar fantastis karena seringkali banyak pihak takut memberikan informasi mengenai infrastrukturnya sementara LiveJournal berpikiran berbeda.

Open Source & Mind
Open Source & Mind

Secara bisnis, tentu banyak pihak yang menyembunyikan infrastruktirnya. Namun, ini berbeda dengan LiveJournal karena source code, program beserta resep infrastruktur diberitahukan kepada publik. Mungkin banyak sekali pandangan yang mengatakan bahwa ini sangat merugikan. Memberikan source code secara gratis tentu berpeluang akan mematikan bisnis dari LiveJournal. Dari keterbukaan ini, adanya kemungkinan pihak lain membuat situs yang sama tentu bisa terjadi. Namun, hal ini disikapi lain oleh LiveJournal yang mendukung open source. Untuk lebih meyakinkan, LiveJournal memberikan space khusus di halaman depan dengan slogan "Open Minded and Open Source. Volunteer supported by people who love LJ". Selain itu, juga disediakan situs khusus yang membahas open source yaitu LiveJournal.org. LiveJournal benar-benar memahami kekuatan open source dan menjadikannya sebagai kunci sukses memikat banyak pengunjung.

Adanya layanan gratis serta open source tentu akan memikat banyak pihak. LiveJournal telah sukses memanfaatkan dua hal ini. Mau mencoba kesuksesan yang sama seperti LiveJournal?

Framework CakePHP dan peluang bisnis yang mengikutinya. ( updated! )

CakePHP
CakePHP

CakePHP merupakan salah satu framework PHP open source yang terkenal. Dibuat pada tahun 2005 bersamaan dengan bertambahnya popularitas Ruby on Rails. Berawal dari Michal Tatarynowicz menulis sebuah Rapid Application Framework (RAD) menggunakan PHP. Michal menemukan bahwa ini merupakan permulaan yang bagus untuk membuat sebuah framework. Setelah dibuat maka framework CakePHP ini segera di-publish dengan lisensi MIT. Berselang beberapa waktu, pengembangan framework ini sempat tertunda. Namun, akhirnya Nate dan Gwoo menjadi dua tokoh penting yang berperanan dalam perkembangan CakePHP pada generasi sekarang. Mengikuti dua tokoh tersebut, banyak developer yang ikut membantu mengembangkan framework ini.

Idenya adalah CakePHP memberikan solusi bagi developer PHP untuk membuat website dengan mengadopsi konsep Ruby on Rails. Hal ini tentu memudahkan developer agar bisa menggunakan konsep Ruby on Rails tanpa harus belajar bahasa pemograman baru yaitu Ruby. Dengan konsep Ruby on Rails yang dipakai, peminat terhadap framework ini bertambah seiring waktu. Sejarah masa lalu serta kegiatan dari CakePHP sudah dibicarakan. Namun bagaimana dengan peluang bisnis dari framework CakePHP?

Menanggapi komentar dari Okto maka saya menunjukkan salah satu model bisnis dari CakePHP. Cakeforge.org adalah layanan dimana banyak developer bisa mengembangkan berbagai project yang berkaitan dengan CakePHP. CakeForge memberikan fitur kemudahan akses SVN, mailing list, bug tracking, message boards/forums, task management, site hosting, permanent file archival, full backups, dan total web-based administration. Disini, terdapat opsi untuk private project yaitu 1 Private Project ($15.00 / bulan), 3 Private Project ($35.00/Bulan) dan 5 Private Project ($50.00/bulan). Ini merupakan salah satu model bisnis dari CakePHP. Peluang bisnis yang mengikuti CakePHP ternyata juga banyak.

MySQL diakuisi Sun Microsystem, model bisnis yang menarik diciptakan!

MySQL dan Java
MySQL dan Java

MySQL merupakan storage database open source yang powerfull. Banyak website menggunakan MySQL sebagai media penyimpanan datanya. Situs besar seperti Digg.com juga menggunakan database yang dikembangkan oleh MySQL AB. Reputasi besar ini diyakinkan oleh co-founder MySQL, David Axmark, yang mengatakan lebih dari 29,000 orang mendownload MySQL setiap harinya. Disisi lain, Sun Microsystem merupakan perusahaan raksasa yang sukses dengan produk open source-nya yaitu Java. Produk dari Sun Microsystem ini berkembang pesat karena kemampuannya dalam lintas antar platform. Banyak sekali programmer menggunakan Java karena skalabilitas dan kemampuan yang handal di lini lintas sistem operasi.

Pada tanggal 26 Februari 2008 bertempat di SANTA CLARA, california, Sun Microsystems, Inc mengakuisisi MySQL AB. Harga yang harus dikeluarkan untuk akuisisi adalah 1 Milyar dollar. Tentunya hal ini menjadi berita buruk bagi Novell maupun Microsoft. Perpaduan antara Sun Microsystem dengan MySQL AB tentu berpotensi memberikan ancaman bagi kedua perusahaan ini. Lalu bagaimanakah model kolaborasi antara Sun Microsystem dengan MySQL AB sehingga menaikkan saham Sun Microsystem (NASDAQ: JAVA) dengan profit yang meningkat pesat?

Trend membuat Web 2.0 salah satunya adalah menggunakan database MySQL. Lebih dari ribuan website telah menggunakan MySQL. Tentunya, database ini menjadi familiar bagi para programmer yang membutuhkan storage data. Apakah terbatas pada website? tentu tidak. MySQL bersifat mudah untuk diintegrasikan. Ketika ada aplikasi dengan bahasa pemograman lainnnya seperti C++, Phyton, PHP dan yang lainnya, maka dapat menggunakan MySQL sebagai penyimpanan datanya. Gambarannya, ketika membuat sebuah aplikasi maka MySQL memberikan tawaran untuk mengatur penyimpanan datanya.

Negara Kota Vatikan menggunakan Linux secara total

Vatikan
Vatikan

Linux yang memiliki prinsip "open source" telah mendapatkan kepercayaan bagi Vatikan. Negara Vatikan memiliki luas area 84 hektar dan populasi sekitar 800 penduduk. Tentunya dalam negara yang "kecil" ini, pembuatan infrastruktur IT dan website menjadi sangat mudah untuk dikendalikan. Ketika permintaan terhadap sistem yang aman, bersih serta mudah digunakan maka Linux dan open source merupakan pilihan bagi Vatikan. Lalu bagaimanakah Linux berperan dalam negara kota yang menjadi pusat perhatian umat nasrani seluruh dunia?

Sr. Judith Zoebelein sebagai seorang webmaster situs Vatican.va menjelaskan tentang infrastruktur IT dan website yang dibangun bersama tim-nya dalam suatu wawancara. Sr. Judith, yang mengelola Vatican.va mulai tahun 1995, mengatakan bahwa bersama timnya selalu mencoba mengembangkan sistem yang tepat bagi kebutuhan IT vatikan. Sungguh menarik ketika Sr. Judith mengatakan bahwa sistem IT di Vatikan seluruhnya berbasis Linux dan Unix. Dia mengatakan penggunaan Linux secara total mulai dari administrasi, office, internet, radio hingga televisi.

Sr. Judith Zoebelein
Sr. Judith Zoebelein

Berikut kutipan yang menarik dari Sr. Judith Zoebelein :
"I fervently hope that local churches all over the world will follow the lead of the Vatican in utilizing Linux in their digital ministries. I cannot help but imagine the Pope surfing the net with Firefox and reading emails with Thunderbird. Or playing his favorite classical music with Amarok. He might be writing an encyclical now using OpenOffice."