Menghemat jutaan rupiah pengeluaran perusahaan dengan Open Office

OpenOffice
OpenOffice

Yang perlu diperhatikan ketika hendak menggunakan software yang legal adalah mencermati benar fungsinya. Terutama bila berkaitan dengan anggaran untuk membeli suatu software, dibutuhkan pertimbangan yang matang agar uang yang dikeluarkan tepat sasaran. Saat ini ada banyak aplikasi office yang digunakan dalam operasional produksi perusahaan. Saya hanya menyebutkan dua yang terkenal yaitu Microsoft Office dan Open Office. Dua software ini memiliki fungsi yang sama yaitu aplikasi office seperti word, spreadsheet / excel, presentasi, email, dan lainnya. Namun, bila benar kedua software ini memiliki fungsi yang sama lalu dimana letak perbedaannya? Bila anda mengetahui perbedaannya maka bisa menjadi pertimbangan untuk memangkas pengeluaran perusahaan sekarang juga! Tertarik?

MS Office dan Open Office dibuat oleh perusahaan dan latar belakang yang berbeda. MS Office sendiri dibuat oleh perusahaan raksasa Microsoft yang terkenal dengan budget yang tidak terbatas. Sedangkan Open Office dibuat atas dukungan komunitas Open Source seluruh dunia. Kedua produk ini berjalan pada latar belakang dan filosofis yang berbeda. Dan sekali lagi berlaku hukum setiap produk tentu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Brett Bonfield sebagai Director of Fundraising and Communications for NPower Pennsylvania dan Laura S. Quinn sebagai Idealware’s Founder and Director memberikan perhatian tentang kedua produk ini. Mereka menulis artikel tentang perbandingan antara MS Office dengan Open Office. Tulisan yang berisi tentang komparasi antara kedua produk menjelaskan secara gamblang tentang kondisi, fungsi, keamanan serta legalitas. Sebagai gambaran umum, pada artikel mereka dibahas tentang perbedaan MS Office 2003 ( NB: MS Office 2007 sebagai produk terbaru microsoft tidak dibahas di artikel ini ) dan Open Office ( yang masih dengan seri Open Office 2.0 ) pada sisi email client, word processor ( Aplikasi Word ), Spreadsheet ( Aplikasi Excel ) dan beberapa kategori lain.

Perusahaan Raksasa Google juga mendukung Open Source, Bagaimana Anda ?

Logo google
Logo google

Bila tidak ada bukti pengakuan tentu semakin sulit untuk mempercayai mutu dan kehandalan suatu produk. Hal ini juga berlaku pada Open Source sebagai produk yang bisa dibilang baru dan sedikit demi sedikit melangkah pasti di tanah air. Saya pernah mendapatkan pertanyaan yang meragukan kehebatan dari produk Open Source. Google selaku perusahaan raksasa dengan income yang selalu naik tiap tahunnya seperti yang laporkan di Google Investor Relations Quarter 1 2008 memberikan kepercayaan penuh kepada Open Source. Dengan menyediakan Google and Open Source yang menjadi wadah untuk menampung segala kreativitas dengan Open Source.

Seperti yang dikatakan google yaitu :
"Recognizing the vital role that open source software plays at Google, we of the Open Source Programs Office are tasked with maintaining a healthy relationship with the open source software development community. We do this by releasing Google-created code, providing vital infrastructure and by creating new open source software developers through programs like the Google Summer of Code. Explore the different ways we serve the open source community through these sites on Google Code"

Pernyataan diatas memberikan gambaran bahwa google menyediakan support bagi kalangan open source untuk semakin berkreasi. Bila ditelusuri lebih dalam lagi, Google ternyata menggunakan banyak sekali produk Open Source dalam struktur mesin pencarinya. Phyton dan MySQL merupakan dua produk terkenal dari Open Source dan digunakan oleh Google. Langkah yang dilakukan google ini tentu menghemat anggaran pada sisi marketingnya serta mendatangkan income yang melimpah. Bila ada data yang menyajikan pemotongan pengeluaran google karena menggunakan open source, tentu akan semakin membuktikan kekuatan bisnis open source.

Setelah depkominfo, situs pemerintah (lagi) deptan.go.id dibajak oleh hacker

Deptan.go.id di-deface oleh hacker
Deptan.go.id di-deface oleh hacker

Semula saya hendak mencari informasi seputar kesehatan ginjal dan alat instrumentasi yang berkaitan. Ketika menggunakan layanan mesin pencari google dan saya mendapatkan hasil salah satunya di deptan.go.id. Yang mencurigakan adalah salah satu halaman ternyata memiliki title Portal Penyuluhan Pertanian Hacked By Paman#Becak@DAL.net. Setelah kemarin sempat ribut dengan situs milik depkominfo yang dihack oleh pembajak ternyata situs deptan juga mengalami hal yang sama. Sudah lewat 2 minggu terhitung dari postingan ini, tindakan deface ( perusakan halaman website ) pada website tersebut masih belum diatasi. Mungkin ini bisa saja berkaitan dengan pemograman website deptan.go.id yang terkesan kurang bagus atau apa, namun yang menjadi perhatian saya adalah penggunaan ASP-nya ( software lisensi microsoft ). Ternyata menggunakan software berlisensi-pun juga tidak memberikan kenyamanan dalam bentuk keamanan.

Wajah baru yodi.web.id migrasi menuju blog berbisnis dengan open source

Yodi.web.id
Yodi.web.id

Pada hari ini, 21 April 2008, akhirnya selesai proses upgrade situs yodi.web.id menuju tampilan yang baru. Saya menggunakan Content Management System ( CMS ) Drupal versi 6.2. Pemilihan menggunakan Drupal pada situs saya adalah sebagai langkah untuk meyakinkan kekuatan dan keamanan dari produk open source. Lalu bagaimanakah bila saya menghitung-hitung biaya migrasi website ini secara sudut pandang uang ? Kebetulan saya sendiri yang mengerjakan website ini mulai dari konsep, hosting, domain hingga pemograman. Namun, anggap saja saya adalah orang yang sama sekali tidak mengerti tentang website dan hendak membuat suatu website secara profesional.

Bila hendak melakukan migrasi atau upgrade suatu website, langkah pertama adalah mulai mengkonsep kembali website tersebut.Konsep dapat kita buat dan tentunya kita bisa membayar konsultan website untuk mempertajam konsep website. Selanjutnya bila langkah konsep sudah didapatkan, tentu dilakukan pembelian domain dan hosting. Untuk langkah-langkah tadi tentu kita harus mengeluarkan uang sesuai dengan kebutuhan. Setelah semua sudah dilaksanakan, lalu masuk ke membangun website. Pada kategori ini mulai dibahas hal - hal teknis seperti pemilihan jenis bahasa pemograman website, service website, server ( bila hosting dengan dedicated server alias server sendiri ), database, dan lainnya.